Pengertian Kerajinan Dari Bahan Keras
Pengertian
Kewirausahaan Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti
:pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah beranidan
berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuatsesuatu. Jadi
wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi
etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha
adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara
produksi baru,menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur
permodalanoperasinya serta memasarkannya.
Kerajinan
merupakan budaya tradisional yang kini menjadi komoditi negara untuk
meningkatkan devisa. Di antara sejumlah kerajinan Nusantara, ada kerajinan yang
tetap mempertahankan bentuk dan ragam hias tradisionalnya, tetapi ada pula yang
telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar.
Tahukah kita
bahwa benda - benda seperti biji - bijian, kayu bekas bahkan benda lain yang
tidak berharga dengan kreatifitas kita, benda yang tadinya tidak berguna bisa
memiliki nilai seni bahkan nilai jual.
Dari penjelasan
tersebut dapat diambil kesipulan bahwa, produk kerajinan dari bahan keras
merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras.
Bahan pembuatan bahan keras
Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan
produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua:
1. Kerajinan Bahan Keras Alami
Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan
kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, rotan dan lain-lain.
2.
Kerajinan Bahan
Keras Buatan
Bahan keras buatan adalah bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga
dapat digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan seperti berbagai jenis
logam, fiberglass dan lain-lain.
Fungsi Kerajinan Dari Bahan Keras
Fungsi kerajinan dari bahan keras sebagai berikut :
1. Sebagai benda pakai
Meliputi karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, unsur
keindahannya hanyalah sebagai pendukung. Contohnya yaitu seperti lemari,meja,kursi
dll.
2. Sebagai benda hias
Meliputi karya
kerajinan yang di buat sebagai benda pajangan atau hiasan, jenis ini lebih
menonjolkan aspek keindahan daripada aspek segunaan atau fungsinya. Contohnya
yaitu seperti bingkai,kalung, cicin, gelang, bingkai, patung, dll.
Unsur Kerajinan Dari Bahan Keras
Unsur-unsur yang terdapat di kerajinan bahan keras
yaitu sebagai berikut :
1.
Unsur Estetika
Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan, Keindahan adalah
nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan
sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang menyerap objek seni
atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan.
Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki prinsip:
Kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan
(balance), dan kntras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan halus.
nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.
2.
Unsur Ergonomis
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau
kegunaan.
Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah sebagai
berikut:
1. Keamanan (security) yaitu jaminan tenang keamanan orang menggunakan produk
kerajinan tersebut.
2. Kenyamanan(comfortable) yaitu kenyaman apabila produk kerajinan tersebut
digunakan.
3. Keluwesan(flexibility),yaitu keluwesan penggunaan.
Motif Ragam Hias Kerajinan Dari Bahan Keras
Jenis ragam hias yang terdapat di Nusantara antara lain ragam hias flora,
fauna, figuratif, dan geometris seperti di bawah ini:
1. Ragam hias flora.
Bentuk ragam hias flora dapat dijumpai pada sebagian besar daerah di
Nusantara. Jenis motif ragam hias flora merupakan pengembangan dari bentuk
aslinya yang diwujudkan dalam bentuksulur- suluran.
2. Ragam hias fauna.
Bentuk ragam hias fauna pada umumnya mengalami perubahan bentuk atau gaya.
Motif ragam hias fauna diambil dari jenis yang ada di daerah setempat sebagai
ciri khasnya. Beberapa jenis fauna tersebut antara lain kupu-kupu, burung,
gajah, kadal, dan ikan.
3. Ragam hias figuratif (manusia).
Bentuk ragam hias figuratif pada umumnya sudah mengalami perubahan bentuk
yang digayakan. Karakter dari bentuknya disesuaikan dengan tema dan tujuan
tertentu seperti untuk mendapatkan keselamatan, kekuatan, dan keberkahan.
4. Ragam hias geometris.
Bentuk ragam hias geometris merupakan pengembangan bentuk dasar-dasar
geometris seperti lingkaran, segi tiga, segi empat, segi lima, belah ketupat
dan bentuk bebas. Motif bentuk geometris dapat di buat dengan cara menggabungkan
bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias.
è Pola ragam hias adalah hasil susunan dari suatu aturan tertentu dalam
bentuk dan komposisi tertentu. Penempatan pola ragam hias tergantung dari
tujuan. Beberapa bentuk pola ragam hias tersebut dapat berupa pola ragam hias
tepi, memojok, memusat, bidang beraturan, komposisi, dan pengulangan.
-
Pola Simetris. Pola simetris terbentuk dari
susunan motif-motif ragam hias yang memiliki keseimbangan dan bentuk yang sama
dalam susunannya.
-
Pola a-simetris. Pola A-simetris terbentuk dari
komposisi yang tidak berimbang namun masih terlihat proporsi, komposisi dan
kesatuan yang harmoni.
-
Pola ragam hias tepi. Pola ragam hias tepi bentuknya
berupa pengulangan dari bentuk sebelumnya dan digunakan untuk menghias bagian
tepi pada bahan tertentu.
-
Pola ragam hias menyudut. Pola ragam hias menyudut
membentuk pola segi tiga dan umumnya memiliki bentuk ragam hias yang berbeda
dan disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang sudah ada
-
Pola ragam hias gabungan. Pola ragam hias memusat
bentuk coraknya berdiri sendiri. Pola ragam hias ini gabungan dari beberapa
ragam hias dan membentuk ragam hias baru.
-
Pola ragam hias beraturan. Pola ragam hias beraturan
terbentuk dari bidang dan corak yang sama. Susunan polanya merupakan
pengulangan dari bentuk sebelumnya dengan ukuran yang sama.
-
Pola ragam hias tidak beraturan. Pola ragam hias tidak beraturan merupakan sebaran dari beberapa motif
yang berbeda dan tidak mengikuti pola proporsi dan komposisi yang seimbang.

EmoticonEmoticon